Mengenai Saya

Foto saya
Nama saya William Abil Bobby Setiawan. Anda bisa memanggil saya Bobby. Saya membuat blog ini untuk tugas TIK. Semoga isinya bermanfaat.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Maaf, hari ini, yang saya post cuma tentang senjata biologis aja.

Chimera Viruses


Seperti yang kita tahu wabah pes, anthrax dan cacar adalah senjata biologis yang mematikan. Akan tetapi mungkin tidak menjangkiti kita karena sudah ada cara penanggulangannya. Lagipula beberapa sudah dikarantina. Nah, yang menakutkan bagi kita adalah turunan dari virus-virus tersebut. Bukan tidak mungkin virus-virus yang sudah dijelaska diatas dimodifikasi / dicampuradukan hingga mendapat sesuatu yang mematikan. Ya, ini bukan sekedar fiksi ilmiah namun ini sudah terjadi.
Dalam mitologi Yunani Chimera merupakan gabungan dari singa, kambing dan naga. Hewan ini sering dipakai pada zaman pertengahan untuk simbol yang berkaitan dengan setan. Sedangkan dalam sains, Chimera merupakan organisme yang berasal dari spesies asing/belum dikenal. Namun sejahat apapun virus yang disebut chimera ini, ternyata juga ada manfaatnya. Contohnya, pemahaman kita akan dunia genetik telah membawa ilmuwan kita untuk menemukan sesuatu yang penting. Salah satu chimera yang merupakan perpaduan antara flu dan polio mungkin apat mengobati kanker otak.
Tapi seperti yang saya katakan, terkadang kombinasi virus ini dapat berbahaya. Bayangkan jikalau virus smallpox dan anthrax dikombinasikan ? secara teoritis Ilmuwan dapat mengabungkan kedua gen virus itu untuk menciptakan satu virus dengan karakteristik yang sama dengan smallpox dan anthrax. Pernah terjadi di Uni Soviet tahun 1980, ada proyek untuk menggabungkan smallpox dengan ebola kedalam satu virus yang mematikan.

Nipah Virus


Virus ini mulai populer pada tahun 1999 saat menjangkiti 265 orang dan membunuh 105 orang di Malaysia. Para pekerja mencurigai bahwa virus ini berasal dari babi gila. Gejala infeksi dari wabah Malaysia terutama ensefalitis pada manusia dan pernafasan pada babi. Kemudian wabah telah menyebabkan penyakit pernafasan pada manusia, meningkatkan kemungkinan penularan dari manusia ke manusia dan menunjukkan adanya strain berbahaya lebih banyak virus.
walaupun begitu Nipah virus masuk dalam kategori C senjata biologis. Sampai sekarang ini belum ada kabar negara yang mengembangkan senjata ini, namun apabila dikembangkan menjadi senjata biologis, cukup mematikan.

Rinderpest

Saat Genghis Khan menginvasi Eropa sekitar abad 13, ia juga menyebarkan salah satu senjata biologis yang berbahaya. DI padang rumput yang luas dan dipenuhi dengan ternak, terdapat ternak yang terinfeksi oleh rinderpest. Rinderpest selain menyerang sapi, lembu dan hewan ternak lainnya, ia juga menyerang hewan memamahbiak yang lain seperti bison, jerpa dan kambing.
Banyak kasus di dunia yang disebabkan oleh rinderpset ini sehingga kematian hewan ternak meningkat. Di Afrika, virus ini banyak menginfeksi singa-singa Afrika sehingga menjadi pemakan manusia. Tapi syukurlah virus ini sudah bisa dikontrol. Dalam penelitian sebagai senjata biologis, dikabarkan Canada dan Amerika yang aktif melakukan riset.

Rice Blast


Tidak selamanya senjata biologis berkaitan dengan virus, bakteri dan racun. Terkadang beberapa negara mempertimbangkan cara lain yang dapat digunakan sebagai senjata.Cari tersebut adalah mengendalikan hasil pangan. Secara logika, apabila sebuah negara suplai makanannya dihentikan / dihalangi / terkendala, maka secara perlahan akan kelaparan dan mati juga.
Konsep ini dikembangkan oleh Rusia dan Amerika yang berekspeirmen dalam hal wabah terhadap tumbuhan. Penyakit tumbuhan yang disebabkan oleh jamur adalah Pyricularia oryzae (Magnaporthe grisea). Tumbuhan yang terjangkit, daunya akan berwarna abu-abu karena dipenuhi oleh jamur. Jamur ini dengan cepat dapat menyebar dari tanaman satu ke yang lain dan seketika dapat menurunkan produksi pangan. Senjata jenis ini sangat efektif menyerang negara-negara yang tergolong miskin.

Botulinum Toxin


Apa yang dapat dibayangkan apabila udara yang kita hirup ternyata mengandung racun ? ketika menyebar melalui udara, racun ini tidak dapat dilihat atau dicium. Dalam 12-36 jam kemudian, gejala yang muncul adalah pandangan kabur, muntah dan kesulitan menelan. Apabila tidak ditangani dengan tepat akan menyebabkan kelumpuhan dan pada akhirnya menyerang sistem pernapasan. Dan tanpa sistem pernapasan yang baik, Clostridium botulinum dapat membunuh dalam 24-72 jam kemudian.
Oleh karena itu, C. botulinum dikategorikan sebagai golongan A bioweapon dan menjadi favorit bagi negara-negara yang mengembangkan senjata biologis. Pada tahun 1990 seorang bernama Aum Shinrikyo (Jepang) menyemprotkan racun ini ke lawan politiknya. Syukurlah tidak terjadi kematian masal saat itu. Namun pada saat diubah menjadi senjata biologis pada penyerangan tahun 1995 mengakibatkan kematian lusinan orang dan mencederai ribuan orang.
Namun, disamping semua itu ternyata ada gunanya juga racun ini. Mungkin diantara kita familiar dengan istilah botox. Ya, botox merupakan salah satu metode di dunia kecantikan. Saya sendiri tidak tahu persis bagaimana penggunaannya. Mungkin kalian yang lebih tahu.

Tularemia


Francisella tularensis itulah nama bakterinya. Umumnya terdapat di kelinci dan hewan pengerat.Manusia pada umumnya terinfeksi penyakit ini karena kontak langsung dengan hewan terinfeksi, gigitan serangga, mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dan terhirup lewat udara. Pasien akan merasa gejala-gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, nyeri sendi dan melemah dalam 3-5 hari tergantung bagaimana ia terinfeksi.
Bakteri ini termasuk bioweapon kategori A. Dan menurut rumor Amerika, Inggris, Kanada dan Uni Soviet berlomba-lomba membuat senjata biologis ini setelah perang dunia II.